Tuesday, June 28, 2022

If you visit our website outside our country, please use the translate button in the top menu

Tips Mengatasi Anak Hiperaktif, Kasih Sayang dan Perhatian Adalah Kuncinya.

Tips Mengatasi Anak Hiperaktif, Kasih Sayang dan Perhatian Adalah Kuncinya.
Tips Mengatasi Anak Hiperaktif, Kasih Sayang dan Perhatian Adalah Kuncinya. 4

Apakah itu ADHD?

ADHD ialah singkatan dari ( Attention Deficit Hyperactivity Disorder ) atau dalam kata lain hiperaktif. Sering orangtua dan guru memvisualisasikan anak yang gampang terangsang, agresif atau mungkin tidak mendengarkan perbincangan ini sebagai hiperaktif.

Advertisements

Bisa disebut 1 dari 25 anak mempunyai ADHD dan minimal satu pelajar di kelas digolongkan hiperaktif. Anak hiperaktif akan bergerak dan tak pernah puas dengan bermainnya. Kadang bila dilihat, mereka seakan-akan membuat permainan mereka sendiri tapi tidak sanggup menarik perhatian mereka.

Orangtua perlu berperanan penting dalam mendidik dan mengenali beberapa ciri anak hiperaktif. Bahkan juga, mereka perlu pelajari beberapa panduan untuk pahami apa anak mereka terhitung dalam kelompok “hiperaktif” yang sebetulnya atau cuma normal.

Tehnik untuk menarik minat anak-anak ADHD untuk belajar

Tips Mengatasi Anak Hiperaktif, Kasih Sayang dan Perhatian Adalah Kuncinya.
Tips Mengatasi Anak Hiperaktif, Kasih Sayang dan Perhatian Adalah Kuncinya. 5

Sebagai orangtua dari anak-anak dengan ADHD, kita jangan merasa terhimpit atau bersedih. Menjaga mereka mungkin cukup melelahkan tetapi kita harus bersyukur jika anak-anak ini adalah karunia dari Yang Maha Kuasa. Berikut kami ingin berbagi tips dan langkah supaya anak hiperaktif ini tertarik untuk belajar.

  • Mengatur suasana ruang dengan menjaga pencahayaan redup atau memutar musik yang tenang saat anak hiperaktif ini memerlukan ketenangan.
  • Peruntukan waktu tiap hari untuk lakukan aktivitas outdoor seperti olahraga, lari, panjat tebing dan lain-lain. Tetapi sebelumnya yakinkan Anda mempunyai energi yang cukup buat beraktivitas ini dengan mereka.
  • Coba untuk merangkum materi pelajaran supaya mereka tidak bosan dengan pembelajaran yang lama.
  • Lebih inovatif dalam mengajak anak belajar. Misalkan menggunakan lebih banyak visual atau gambar warna untuk menerangkan suatu hal ke anak-anak ini. Pastikan teknik pembelajaran yang diberi penuh dengan variasi dan berbeda setiap hari.
  • Fokus pada bidang atau aktivitas yang bisa menghidupkan ketertarikan dan minat anak itu.
  • Berikan lebih konsentrasi dan kasih-sayang karena anak hiperaktif akan lebih mudah menerima kata-kata bila selalu dipeluk, berbicara secara halus dan diberi perhatian lebih.
  • Jauhkan anak-anak ini dari beberapa tempat yang bisa mengganggu konsentrasi mereka seperti jendela, gambar, mainan atau teman-teman yang bisa mengalihkan perhatian mereka.
See also  BertambahNya Berat Badan Terlalu Banyak Selama Kehamilan: 7 Tips Kembali ke Jalurnya

Tips Melatih Anak Untuk Fokus

Fokus bukan hanya dibutuhkan oleh anak dalam memerhatikan proses belajarnya di sekolah. Tetapi, untuk jangka panjang, anak perlu mengaplikasikan ide konsentrasi ini dalam ranah tugas dan seluruh hidupnya. Tanpa konsentrasi tentu saja mereka akan kesusahan atur diri kita atau bahkan juga menuntaskan suatu hal nanti. Maka dari itu, sebagai orangtua, kita perlu membantu anak untuk meningkatkan tingkat konsentrasinya secara menarik dan membahagiakan supaya anak tidak merasa depresi.

Advertisements

5 Kegiatan Mengatasi Masalah Anak Kurang Fokus dan Hiperaktif

Berikut 5 aktivitas yang dapat kita lakukan bersama anak dalam usaha menangani permasalahan anak kurang konsentrasi, baik pada hal belajar atau tanggapan pada perintah. Mudah-mudahan sukses!

  • Bermain Tanya Jawab

Tanya Jawab berpedoman pada ‘Tanya Jawab’. Bermain bola sambil menanyakan pada anak menolong menangani permasalahan anak kurang konsentrasi. Permainan ini menyertakan melempar dan tangkap bola sambil menanyakan dan menjawab bersama anak.

Saat kita melemparkan bola ke anak, pertanyakan ke anak. Anak harus menangkap bola sekalian jawab pertanyaan.

Aktivitas ini bukan hanya latih anak untuk konsentrasi saat ingin tangkap bola, tapi juga konsentrasi dengarkan pertanyaan yang diajukan saat sebelum menjawab.

  • Sentuh Anggota Badan

Permainan ini benar-benar simpel karena tidak memerlukan bahan apapun. Orangtua akan memberikan instruksi anak untuk menggenggam anggota tubuh. Anak perlu konsentrasi dengarkan perintah dari orangtua dan ikuti perintah itu.

Advertisements

Dengan tingkat konsentrasi yang bagus, anak tentu saja bisa sentuh anggota badan secara tepat dan cepat.

  • Bermain Menyusun Gambar

Persiapkan dua set kartu permainan bermotif baik dengan memakai kartu permainan yang ada atau mungkin dengan memotong wujud apa saja atau cetak gambar apa saja secara berpasangan.

See also  Perlengkapan Bayi yang Harus 'Standby' Sebelum Melahirkan - Jangan Panik Ke Rumah Sakit

Seperangkatan gambar diatur dan diperlihatkan ke anak. Meminta anak untuk ingat formasi gambar. Selanjutnya, tutup gambar itu dan minta anak untuk atur ulangi gambar itu dengan memakai kelompok gambar lain saat ia menyaksikannya.

Permainan ini bukan hanya bisa latih anak agar semakin konsentrasi, tapi dapat latih dan tingkatkan kekuatan ingatan anak.

  • Tebak Bentuk

Orangtua harus membuat beberapa object memakai lego seperti mobil, pesawat terbang, angka, huruf dan lain-lain tanpa setahu anak. Selanjutnya, meminta anak untuk pejamkan mata dan memberi konstruksi ke anak. Diamkan anak sentuh, membayangkan object dalam pikiran dan menebak object.

Advertisements

Lebih gampang lagi bila orangtua memakai mainan, huruf atau angka tiga dimensi (3 D) baik yang bertipe magnetis, ‘busa’ atau balok yang telah ada untuk disentuh dan ditebak oleh anak.

  • Kegiatan Melibatkan Gerakan

Semua kegiatan yang melibatkan pergerakan anggota badan anak khususnya yang terkait dengan koordinasi mata dan tangan anak atau koordinasi tangan dan kaki anak dapat latih anak agar semakin konsentrasi.

Antara aktivitas yang bisa dilaksanakan ialah melemparkan bola ke keranjang, sepak bola ke arah gawang, bowling botol, membuat gedung dengan memakai gelas atau aktivitas memisah benda menurut kelompok tertentu (sorting).

Advertisements
Tips Mengatasi Anak Hiperaktif, Kasih Sayang dan Perhatian Adalah Kuncinya.
Tips Mengatasi Anak Hiperaktif, Kasih Sayang dan Perhatian Adalah Kuncinya. 6

Tips Meningkatkan Perhatian Pada Anak

  • Berada setinggi mata saat berbicara.

Sangat penting bahwa mata orang tua dan anak berada pada level yang sama saat berkomunikasi. Ini untuk membantu pesan yang diberikan menjangkau lebih banyak.

  • Instruksi yang diberikan sederhana dan mudah dipahami anak.

Jangan memberikan instruksi yang panjang. Anak-anak masih belum paham, ‘kamus’ bahasa mereka masih sedikit.

  • Mulai dari tugas yang sederhana sebelum beralih ke tugas yang lebih menantang.
See also  Apakah Pemanis Buatan dan Pengganti Gula Aman Selama Kehamilan?

Tugas harus diberikan secara bertahap, dimulai dari yang mudah terlebih dahulu. Tidak ingin terlalu cepat. Luangkan waktu Anda, orang tua. Mereka juga akan bijak nantinya dengan ajaran orang tua yang benar dan tidak memberi tekanan.

  • Beri waktu istirahat 5 menit untuk setiap kegiatan atau tugas.

Penting untuk memberikan istirahat sejenak saat belajar. Kalau orang dewasa juga butuh istirahat sambil bekerja, ini anak kecil. Benar?

  • Lakukan kegiatan yang menarik minat mereka dan sesuai kemampuan mereka.

Ketika orang tua ‘melayani’ kegiatan belajar yang disukai anak, mereka akan lebih fokus. Secara tidak langsung bisa menambah pengetahuan si kecil dengan cepat.

  • Jauhkan anak dari gangguan sekitar.

Banyak jenis gangguan termasuk gadget, makanan atau menonton kartun. Bukannya tidak bisa memberikan semua itu kepada mereka, tetapi orang tua harus tegas dan pandai menghadapi mereka.

  • Memberikan motivasi dan dukungan kepada anak.

Jika anak mulai muncul untuk memberontak, jangan marah. Berikan kata-kata dukungan atau trik dengan imbalan yang baik. Misalnya, “Jika dede bisa membaca ABC hari ini, besok Bunda akan mengajak dede jalan-jalan.”

Advertisements
  • Mulailah suatu kegiatan dalam waktu singkat dan tambahkan waktu secara bertahap.

Jangan terus memberikan waktu yang lama saat sedang aktif bersama anak untuk pertama kali. Beri mereka waktu untuk menyesuaikan dulu dengan waktu yang singkat.

Advertisements
spot_img

Reviews

Related Articles