fbpx
Sunday, June 26, 2022

If you visit our website outside our country, please use the translate button in the top menu

7 Tips Berbicara Dengan Anak Bunda, Cara yang Benar!

7 Tips Berbicara Dengan Anak Bunda, Cara yang Benar!
7 Tips Berbicara Dengan Anak Bunda, Cara yang Benar! 2

TIPS BERBICARA DENGAN ANAK – Ada anak yang pendiam, ada anak yang fasih dan banyak bicara. Bahkan yang fasih bisa jadi kurang banyak bicara. Terkadang, kita tidak tahu apa penyebabnya.

Advertisements

Terkadang, orang tua juga berbicara kasar. Atau pesannya tidak jelas. Bagi anak-anak yang mulai belajar berbicara, mereka membutuhkan waktu. Ikuti 7 tips berbicara anak sederhana ini.

Mari kita soroti kiat-kiat untuk berbicara dengan seorang anak yang paling efektif.

  • JIKA BERBICARA DENGAN ANAK, JANGAN TERBURU-BURU
    Pernahkah kita sebagai orang tua sudah tidak sabar karena anak begitu lambat menyelesaikan sebuah kalimat? Pasti merasa tidak sabar kan?

Idealnya, kita harus menunggu beberapa detik setelah anak selesai berbicara sebelum Bunda mulai berbicara. Bicaralah perlahan dan intonasinya harus dalam keadaan santai.

Ini lebih efektif daripada terus mengkritik anak tanpa mengetahui apa penyebabnya. Tentu saja nasihat orang tua seperti “Pelan-pelan sedikit!”, “Coba lagi!” itu tidak akan diabaikan.

Advertisements
  • BIARKAN ANAK BERBICARA MANDIRI
    Menjadi bebas bukan berarti bisa berbicara sesuka hati. Kata-kata terlarang seperti ‘bodoh’, ‘babi’, ‘nasib buruk’ tidak boleh keluar dari mulut orang tua. Anak-anak akan mengikuti apa yang keluar dari mulut orang tuanya.

Menjadi bebas di sini berarti memberi anak kebebasan untuk menerjemahkan ide-ide mereka sendiri dan mengekspresikan perasaan mereka. Orang tua tidak boleh memaksa anak-anak mereka untuk menjawab pertanyaan mereka pada saat itu. Cobalah sesekali mengomentari apa yang dikatakan anak.

  • GUNAKAN EKSPRESI WAJAH DAN BAHASA TUBUH
    Bagaimana anak-anak ingin tahu bahwa orang tua mereka benar-benar mendengarkan cerita mereka? Tentu dengan ‘ekspresi wajah’ dan ‘bahasa tubuh’ yang tidak dibuat-buat.

Hindari hanya mengangguk sambil memegang ponsel dan berselancar di Facebook. Dengarkan pesan apa yang ingin disampaikan anak.

  • BERIKAN 100% PERHATIAN SAAT ANAK BERBICARA
    Setiap hari, minimal 10 menit, berikan perhatian penuh kepada anak. Perlakukan mereka apa adanya, bukan hanya perlakukan mereka seolah-olah mereka tidak memperhatikan. Harus diakui, orang tua lelah setelah bekerja dan ingin istirahat.
See also  Tips Mengatasi Anak Hiperaktif, Kasih Sayang dan Perhatian Adalah Kuncinya.

Pada saat ini, biarkan anak melakukan apa yang dia minati. Biarkan dia menjadi kapten dan kami mengikuti semua instruksinya. Percayalah, saat-saat manis ini akan segar dalam ingatan Bunda sampai tua.

Biarkan anak berbicara dengan antusias saat dia mengetahui bahwa orang tuanya ‘menikmati’ aktivitas tersebut. Ketika anak sudah merasa nyaman, maka mereka akan mulai banyak berbicara dengan orang tuanya sendiri.

  • Ajarkan untuk bergiliran berbicara
    Ketika ada banyak anak (lebih dari satu), kami sebagai orang tua berlari ketika masing-masing ingin berbicara. Ketika yang lain tidak diperlakukan, yang lain akan marah. Anak-anak suka berbagi, mendengar dari keduanya sesekali. Lucu tapi hidup!.
  • LIHAT KEMBALI CARA KITA BERBICARA DENGAN ANAK
    Lihat ke belakang, kapan kita memberi instruksi, apakah mereka benar-benar mendengarkan? Tentu kita akan ingat, “Oh, kalau kita bicara seperti ini, dia hanya mendengar”. Sekali lagi, kurangi kritik dan pertanyaan yang memaksa untuk anak. Gunakan bahasa sederhana yang ingin dia dengar.

  • TERIMA ANAK SEBAGAIMANA ADANYA
    Bagaimanapun, terimalah anak kita apa adanya. Berikan dukungan penuh kepada mereka dalam apapun minat dan hobi mereka. Kalau bukan orang tua yang mau menafkahi, siapa lagi?

Sumber Tips Berbicara Dengan Anak : Barry Guitar, Ph.D. dan Edward G. Conture, Ph.D.

Advertisements
Advertisements
spot_img

Reviews

Related Articles