Tuesday, June 28, 2022

If you visit our website outside our country, please use the translate button in the top menu

Kenali Stunting Pada Anak – Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobati

Kenali Stunting Pada Anak – Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobati
Kenali Stunting Pada Anak - Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobati 3

Stunting Pada Anak – Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis yang menyebabkan kegagalan tumbuh kembang anak. Ini merupakan permasalahan serius dan menjadi prioritas negara karena jika dibiarkan, kondisi ini dapat merugikan masa depan anak-anak. Pada tahun 2019, sebuah survei menyebutkan bahwa jumlah anak dengan stunting di Indonesia mencapai 30 persen jumlah balita.

Advertisements

Gejala Stunting

Selain memiliki tubuh pendek, anak denganstunting juga memiliki ciri-ciri berikut :

  • Pertumbuhan fisik dan gigi terhambat
  • Wajah tampak lebih muda dibanding anak seusianya
  • Kemampuan kognitif rendah (sulit fokus dan mengingat) sehingga memengaruhi kecerdasan dan prestasinya di sekolah
  • Saat usianya 8-10 tahun, ia akan lebih pendiam dan cenderung tidak mau melakukan kontak mata dengan orang di sekitarnya

Penyebab Stunting

Stunting terjadi karena kekurangan gizi (malnutrisi), terutama pada 1000 hari pertama kehidupannya. Berikut ini beberapa penyebab terjadinyastunting pada anak dari sisi ibu :

  • Memiliki tubuh pendek
  • Indeks massa tubuh rendah dan kenaikan berat badan yang kurang saat hamil
  • Hamil pada usia remaja (berisiko tinggi mengalamimaternal stunting)
  • Jarak antar kelahiran yang dekat
  • Kurangnya pengetahuan mengenai asupan gizi yang baik sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan

Sedang dari sisi anak, berikut ini faktor yang membuatnya berisiko terkenastunting:

  • Intrauterine growth restrictionatau pertumbuhan janin terhambat, kondisi ini terjadi ketika berat janin di bawah 10 persentil sesuai usia kehamilan
  • Berat bayi lahir rendah (BBLR)
  • Kebutuhan nutrisi (terutama pada usia 0-2 tahun) tidak terpenuhi dengan baik
  • Tidak mendapatkan ASI eksklusif dan kualitas MPASI yang kurang baik
  • Terbatasnya akses pelayanan kesehatan (termasuk layanan kehamilan dan setelahnya) dan sanitasi yang baik (misalnya, air bersih).
  • Infeksi berulang atau kronis pada bayi

Anak dengan stunting akan mengalami gangguan perkembangan otak, kecerdasan, pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme. Apabila kondisi ini dibiarkan, stunting dapat berdampak pada menurunnya kemampuan kognitif otak serta daya tahan tubuh dan kesehatannya sehingga rentan mengalami penyakit metabolik (seperti kegemukan, penyakit jantung).

Advertisements

Diagnosis Stunting

Setiap anak akan dipantau tumbuh kembangnya secara rutin (setidaknya sebulan sekali pada usia 0-1 tahun, 3 bulan sekali pada usia 1-3 tahun, dan 6 bulan sekali pada usia 3-6 tahun) dengan mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala.

See also  Penyakit Diabetes - Gejala dan Pantangannya

Seorang anak dikategorikanstunting jika tinggi dan berat badannya berada di bawah kurva tumbuh kembang normal (underweight BB/U di bawah -2SD atauwasting BB/TB <-2SD) sesuai standar yang ditetapkan oleh badan kesehatan dunia/WHO.

Selain pemeriksaan antropometri, pemeriksaan penunjang dibutuhkan untuk mengonfirmasi adanya infeksi atau penyakit lain yang menyebabkanstunting:

  • Pemeriksaan tanda vital (suhu, nadi, laju napas)
  • Pemeriksaan fisik sesuai keluhan anak (misalnya, tanda infeksi dan anemia)
  • Pemeriksaan tumbuh kembang anak
  • Pemeriksaan darah lengkap, urine, feses rutin, usia tulang

Pengobatan Stunting

Stunting dapat ditangani dengan pemberian gizi spesifik dan gizi sensitif. Yang dimaksud gizi spesifik adalah upaya untuk memberikan gizi terbaik pada 1000 hari pertama kehidupan anak, meliputi :

  • Pemberian makanan tambahan dan tablet penambah darah pada ibu hamil
  • Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) setelah melahirkan
  • Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan
  • Pemberian ASI didampingi oleh MPASI pada usia anak 6-24 bulan
  • Imunisasi lengkap untuk anak

Sedangkan yang dimaksud intervensi gizi sensitif meliputi : penyediaan akses ke pelayanan kesehatan dan Keluarga Berencana (KB), akses air bersih, akses sanitasi yang baik, edukasi ke orangtua atau pendamping anak, serta memberikan pendidikan mengenai kesehatan seksual, reproduksi, dan gizi pada remaja.

Advertisements

Cara Mencegah Stunting pada Anak sejak Masa Kehamilan

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko anak mengalami stunting sejak masa kehamilan:

Penuhi kebutuhan nutrisi

Ini merupakan salah satu hal yang penting dilakukan guna mencegah stunting pada anak. Agar proses tumbuh kembang anak bisa berjalan dengan optimal, ia perlu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup di 1000 hari pertama kehidupannya, yakni sejak masih menjadi janin hingga usia sekitar 2 tahun. Selama hamil, pastikan Bumil mengonsumsi cukup makronutrien, seperti karbohidrat, lemak, dan protein.

Selain itu, Bumil juga perlu mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya vitamin dan mineral, yakni zat besi, asam folat, kolin, magnesium, yodium, zinc, vitamin A, vitamin B, dan vitamin D. Untuk mencukupi asupan nutrisi di atas guna mencegah stunting pada anak, Bumil perlu mengonsumsi beragam jenis makanan sehat bergizi seimbang, seperti ikan, telur, daging, seafood, kacang, biji-bijian, susu, keju, yoghurt, serta aneka buah dan sayuran.

See also  Bahas Lengkap Apa Itu Abses Ginjal : Gejala Serta Pengobatanya

Lakukan pemeriksaan kandungan secara rutin

Rutin melakukan pemeriksaan kandungan adalah hal yang tidak kalah penting dalam mencegah stunting pada anak. Pemeriksaan rutin selama kehamilan diperlukan untuk memantau tumbuh kembang janin, dan mendeteksi apabila terdapat masalah pada janin atau kesehatan Bumil. Dengan demikian, dokter bisa melakukan penanganan lebih awal, agar anak tidak mengalami stunting dan menjaga kondisi kesehatan Bumil tetap baik.

Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga penting untuk Bumil jalani guna mencegah terjadinya infeksi selama kehamilan. Penting untuk diingat bahwa infeksi bakteri, virus, atau parasit tertentu yang Bumil alami bisa meningkarkan risiko janin mengalami stunting atau bahkan masalah kesehatan lain yang lebih serius, seperti cacat bawaan lahir.

Advertisements

Oleh karena itu, ingatlah untuk mencuci tangan dengan air dan sabun secara teratur, terutama saat sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah berpergian, dan setelah dari kamar mandi. Selain itu, bila Bumil memiliki binatang peliharaan di rumah, terutama kucing, pastikan bahwa tempat kotorannya benar-benar terjaga kebersihannya. Saat membersihkan kotoran binatang peliharaan, selalu gunakan sarung tangan dan cuci tangan setelahnya.

Hindari paparan asap rokok

Untuk mendukung pertumbuhan janin yang sehat, Bumil juga harus berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok. Pasalnya, paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko anak terlahir prematur, memiliki berat badan lahir rendah, hingga mengalami stunting. Jika ada anggota keluarga yang merokok di rumah, Bumil sebaiknya meminta mereka untuk tidak merokok di dalam rumah. Sementara itu, saat berada di luar rumah, guna menghindari paparan polusi, debu, serta kuman dan virus di udara, Bumil bisa mengenakan masker.

Berolahraga secara rutin

Berolahraga secara rutin saat hamil dapat mendukung kehamilan yang sehat sekaligus meningkatkan stamina dan kebugaran Bumil. Olahraga saat hamil juga baik untuk mendukung pertumbuhan janin dan mengurangi risikonya untuk mengalami stunting.

Advertisements

Ciri- Ciri Anak stunting

Kenali Stunting Pada Anak - Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobati
Kenali Stunting Pada Anak - Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobati 4

Seorang anak termasuk dalam stunting atau tidak, tergantung dari hasil pengukuran tersebut. Jadi tidak bisa hanya dikira-kira atau ditebak saja tanpa pengukuran.

See also  Mengenal Obat Kutil Kelamin Herbal yang Paling Ampuh Lebih Jauh

Selain tubuh yang berperawakan pendek dari anak seusianya, ada juga ciri-ciri lainnya yakni:

  • Pertumbuhan melambat
  • Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya
  • Pertumbuhan gigi terlambat
  • Performa buruk pada kemampuan fokus dan memori belajarnya
  • Usia 8 – 10 tahun anak menjadi lebih pendiam, tidak banyak melakukan kontak mata terhadap orang di sekitarnya
  • Berat badan balita tidak naik bahkan cenderung menurun.
  • Perkembangan tubuh anak terhambat, seperti telat menarche (menstruasi pertama anak perempuan).
  • Anak mudah terserang berbagai penyakit infeksi.

Sementara untuk tahu apakah tinggi anak normal atau tidak, Anda harus secara rutin memeriksakannya ke pelayanan kesehatan terdekat. Anda bisa membawa si kecil ke dokter, bidan, posyandu, atau puskesmas setiap bulannya.

Dampak Masalah Kesehatan ini Pada anak

Dampak jangka pendek stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pada pertumbuhan fisiknya, serta gangguan metabolisme.

Dampak jangka panjangnya, stunting yang tidak ditangani dengan baik sedini mungkin berdampak:

  • Menurunkan kemampuan perkembangan kognitif otak anak
  • Kekebalan tubuh lemah sehingga mudah sakit
  • Risiko tinggi munculnya penyakit metabolik seperti kegemukan
  • Penyakit jantung
  • Penyakit pembuluh darah
  • Kesulitan belajar

Bahkan, ketika sudah dewasa nanti, anak dengan tubuh pendek akan memiliki tingkat produktivitas yang rendah dan sulit bersaing di dalam dunia kerja.
Bagi anak perempuan yang mengalami stunting, ia berisiko untuk mengalami masalah kesehatan dan perkembangan pada keturunannya saat sudah dewasa. Hal tersebut biasanya terjadi pada wanita dewasa dengan tinggi badan kurang dari 145 cm karena mengalami stunting sejak kecil.

Ibu hamil yang bertubuh pendek di bawah rata-rata (maternal stunting) akan mengalami perlambatan aliran darah ke janin serta pertumbuhan rahim dan plasenta. Bukan tidak mungkin, kondisi tersebut berdampak pada kondisi bayi yang dilahirkan. Bayi yang lahir dari ibu dengan tinggi badan di bawah rata-rata berisiko mengalami komplikasi medis yang serius, bahkan pertumbuhan yang terhambat.

Advertisements

Perkembangan saraf dan kemampuan intelektual bayi tersebut bisa terhambat disertai dengan tinggi badan anak tidak sesuai usia. Selayaknya stunting yang berlangsung sejak kecil, bayi dengan kondisi tersebut juga akan terus mengalami hal yang sama sampai ia beranjak dewasa.

Advertisements
spot_img

Reviews

Related Articles