fbpx
Tuesday, June 28, 2022

If you visit our website outside our country, please use the translate button in the top menu

Penyakit Takikardia – Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati

Penyakit Takikardia – Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati
Penyakit Takikardia - Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati 5

Penyakit Takikardia – Takikardia adalah kondisi jantung yang berdetak melebihi 100 kali per menit. Takikardia dapat terjadi sebagai respons dari kondisi normal, penyakit, atau gangguan irama jantung (aritmia).

Advertisements

Normalnya, jantung berdetak 60–100 kali per menit. Jika detak jantung lebih dari 100 kali per menit, kondisi itu disebut takikardia.

Takikardia terbagi menjadi dua jenis, yaitu takikardia sinus dan aritmia.

Takikardia sinus dapat terjadi ketika seseorang sedang berolahraga. Kondisi ini juga bisa terjadi sebagai respons tubuh terhadap stress, trauma, atau penyakit. Sedangkan aritmia terjadi akibat gangguan pada serambi atau bilik jantung sehingga detak jantung menjadi lebih cepat.

Takikardia umumnya tidak menimbulkan gejala atau komplikasi. Namun, kondisi ini dapat mengganggu fungsi jantung jika dibiarkan tanpa penanganan. Akibatnya, penderita bisa mengalami gagal jantung, stroke, serangan jantung mendadak, bahkan kematian.

Advertisements

Penyebab Penyakit Takikardia

Detak jantung manusia diatur oleh nodus sinoatrial, yaitu pacu jantung alami yang terletak di serambi kanan jantung. Nodus tersebut menghasilkan sinyal elektrik yang memicu detak jantung. Takikardia terjadi ketika sinyal elektrik yang mengatur detak jantung tersebut terganggu.

Berdasarkan penyebab dan bagian jantung yang mengalami gangguan, takikardia terbagi dalam dua jenis. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing jenis beserta penyebabnya:

Takikardia sinus

Takikardia sinus terjadi ketika nodus sinoatrial menghasilkan terlalu banyak sinyal elektrik, hingga lebih dari 100 kali per menit. Akibatnya, jantung berdetak lebih cepat, tetapi tetap beraturan.

Takikardia sinus dapat disebabkan oleh beragam kondisi berikut ini:

  • Olahraga berat
  • Efek konsumsi kafein yang berlebihan
  • Nyeri
  • Infeksi
  • Cemas atau takut
  • Stres
  • Dehidrasi
  • Hipoglikemia
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti epinephrine, antidepresan trisiklik, atau dopamin
  • Demam
  • Anemia
  • Hipoksia
  • Penyakit tiroid, seperti hipertiroidisme
  • Emboli paru
  • Perdarahan berat
  • Aritmia
  • Aritmia terjadi akibat adanya gangguan pada serambi atau bilik jantung. Gangguan tersebut menyebabkan jantung berdetak sangat cepat dan tidak beraturan.

Aritmia dapat terjadi di serambi (atrium) atau bilik (ventrikel) jantung. Berikut adalah penjelasannya:

Advertisements

Aritmia atrium

Aritmia atrium terjadi bila sinyal yang berasal dari sel pacu jantung di atrium mengalami gangguan sehingga menimbulkan denyut jantung yang cepat dan tidak beraturan. Jenis aritmia atrium antara lain:

Takikardia supraventrikular

Takikardia supraventrikular terjadi saat percepatan detak jantung abnormal berasal dari sel-sel pacu jantung atrium atau nodus atrioventrikuler. Denyut jantung yang terjadi sangat cepat, tetapi masih teratur.

Fibrilasi atrium

Pada fibrilasi atrium, sinyal elektrik pada atrium menjadi kacau. Akibatnya, kontraksi pada atrium terjadi secara cepat, tidak teratur, dan lemah. Fibrilasi atrium juga sering disertai dengan denyut ventrikel jantung yang tidak teratur.

Atrial flutter

Atrial flutter terjadi ketika sirkuit di dalam atrium menjadi kacau. Kondisi ini membuat detak jantung menjadi lebih cepat, tetapi ritmenya lebih sering teratur. Selain itu, kontraksi atrium juga menjadi lebih lemah.
Perbedaan antara fibrilasi atrium dan atrial flutter jarang terlihat dari gejala, tetapi dari gambaran rekam jantung pasien.
Aritmia atrium dapat disebabkan oleh kondisi berikut:

  • Penyakit arteri koroner pada atrium
  • Miokarditis
  • Perikarditis
  • Emboli paru
  • Hipotermia
  • Penggunaan obat-obatan stimulan atau kokain
  • Hipertiroidisme
  • Pheochromocytoma
  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan

Aritmia ventrikel

Aritmia ventrikel merupakan percepatan detak jantung abnormal yang berasal dari bilik atau ventrikel jantung. Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Advertisements

Takikardia ventrikel

Takikardia ventrikel terjadi ketika sinyal elektrik pada ventrikel berlangsung secara tidak normal. Akibatnya, kontraksi tidak bisa terjadi secara efisien untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi fibrilasi ventrikel.

Fibrilasi ventrikel

Fibrilasi ventrikel terjadi ketika sinyal elektrik menjadi cepat dan kacau. Kondisi ini membuat ventrikel bergetar, tetapi tidak mampu memompa darah. Fibrilasi ventrikel bisa terjadi pada saat serangan jantung terjadi atau setelahnya.
Bila tidak segera ditangani, fibrilasi ventrikel dapat menyebabkan jantung berhenti berdetak, sehingga berakibat fatal.
Takikardia ventrikel sering kali disebabkan oleh kondisi berikut ini:

  • Penyakit jantung koroner
  • Gagal jantung
  • Kardiomiopati
  • Penyakit jantung bawaan
  • Keracunan obat digitalis
  • Penyalahgunaan NAPZA, seperti kokain
  • Sarkoidosis
  • Gangguan elektrolit
  • Sindrom Brugada
Penyakit Takikardia - Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati
Penyakit Takikardia - Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati 6

Faktor risiko Penyakit Takikardia

Walau dapat dialami oleh siapa saja, takikardia lebih berisiko terjadi pada orang yang anggota keluarganya menderita aritmia. Selain itu, takikardia atau aritmia lebih sering terjadi pada orang dengan faktor berikut:

Advertisements
  • Berusia lanjut
  • Memiliki penyakit endokrin, seperti diabetes atau penyakit tiroid, yang tidak terkontrol
  • Memiliki hipertensi yang tidak terkontrol
  • Mengalami infeksi bakteri atau virus yang berat
  • Mengalami atau memiliki riwayat hipertensi pulmonal
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Menggunakan NAPZA
  • Tidak cukup mengonsumsi kalsium, magnesium, atau kalium
  • Takikardia supraventrikuler lebih sering dialami oleh wanita dan anak-anak, serta orang yang memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol atau berkafein secara berlebihan.
See also  Khasiat Jahe Untuk Kesehatan yang Jarang DiKetahui

Gejala Penyakit Takikardia

Detak jantung yang terlalu cepat dapat menyebabkan aliran darah yang masuk ke jantung berkurang. Kondisi ini membuat jantung tidak memiliki cukup darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Akibatnya, organ dan jaringan yang tidak dialiri darah kekurangan oksigen.

Beberapa gejala takikardia adalah:

  • Jantung berdebar
  • Nyeri dada (angina)
  • Lelah atau lemah
  • Cemas
  • Keringat dingin
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Pingsan
  • Pada beberapa kasus, takikardia juga dapat terjadi tanpa disertai gejala.

Kapan harus ke dokter

Takikardia dapat disebabkan oleh beragam kondisi sehingga penyebabnya perlu dipastikan. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan yang tepat.

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala berikut:

  • Nyeri, rasa tertekan, atau rasa berat di dada, terutama bila timbul tiba-tiba
  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Pingsan

Diagnosis Penyakit Takikardia

Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, riwayat penyakit, pengobatan yang pernah atau sedang dijalani, dan gaya hidup pasien. Dokter juga akan bertanya terkait riwayat penyakit pada keluarga pasien, terutama riwayat penyakit jantung. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mendengarkan detak dan irama jantung untuk menilai kecepatan dan keteraturannya. Dokter juga akan mencari tanda dan gejala lain, seperti bunyi jantung abnormal, bunyi paru-paru yang tidak normal, pembengkakan di tungkai, atau gejala penyakit tiroid.

Untuk memastikan diagnosis takikardia dan mencari tahu penyebabnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, yaitu:

Elektrokardiografi (EKG)

Pemeriksaan rekam jantung atau EKG bertujuan untuk merekam aktivitas listrik jantung, dengan menempelkan beberapa sensor kecil di dada, serta pergelangan tangan dan kaki pasien.
Pemeriksaan ini dapat memberi tahu dokter jenis takikardia yang dialami pasien. Untuk mendapat data detak jantung secara lebih cermat, dokter dapat meminta pasien untuk memakai alat perekam aktivitas jantung selama 24 jam (Holter monitor).

Advertisements

Stress test

Pada stress test, pasien akan diminta untuk berjalan atau berlari pada alat treadmill, sambil menjalani rekam jantung dengan EKG.

Tes darah

Tes darah bertujuan untuk menilai kadar protein jantung yang sering meningkat saat serangan jantung. Tes darah juga dilakukan untuk mengukur kadar hormon tiroid.

Pemindaian jantung

Tes ini dilakukan untuk memeriksa struktur jantung yang dapat menyebabkan takikardia. Pemindaian jantung dapat dilakukan dengan foto Rontgen dada, ekokardiografi (USG jantung), CT scan, MRI, hingga angiografi jantung.

Tes elektrofisiologi

Dokter akan memasukkan selang kecil dengan elektroda di ujungnya ke pembuluh darah di lengan, leher, atau pangkal paha pasien. Selang ini kemudian diarahkan ke beberapa titik di jantung.
Tes ini berfungsi untuk memastikan lokasi gangguan pada sel pacu jantung, dengan memetakan penyebaran sinyal listrik yang terjadi setiap kali jantung berdetak.

Tilt table test

Pada tes ini, pasien akan diminta untuk mengonsumsi obat yang membuat detak jantung meningkat. Setelah itu, pasien akan diminta tidur di meja khusus, yang kemudian ditegakkan sehingga posisi pasien seperti sedang berdiri. Dokter akan mengamati respons sistem saraf dan jantung pasien terhadap perubahan posisi ini.

Advertisements
Penyakit Takikardia - Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati
Penyakit Takikardia - Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati 7

Pengobatan Penyakit Takikardia

Pengobatan takikardia bertujuan untuk menurunkan detak jantung yang cepat, mencegah kekambuhan dan komplikasi, serta mengatasi penyebab takikardia. Bagi penderita yang mengalami takikardia sinus, dokter akan menangani penyebabnya.

Jika penyebabnya adalah stress, maka pasien perlu melakukan perubahan gaya hidup untuk meredakan stres. Sedangkan jika penyebabnya adalah kondisi medis, dokter akan memberikan pengobatan sesuai kondisi pasien.

Pada pasien takikardia supaventrikuler, dokter akan menganjurkan untuk beristirahat yang cukup, mengurangi konsumsi minuman beralkohol atau berkafein, dan berhenti merokok.

Sementara bagi penderita takikardia yang disertai dengan gangguan irama jantung (aritmia), ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Manuver vagal
  • Dokter akan melakukan manuver vagal dengan memberikan tekanan ke area leher, misalnya dengan meminta pasien untuk batuk atau mengejan. Penekanan ini akan memengaruhi saraf vagus, yang dapat membantu memperlambat detak jantung.
  • Pemberian obat
  • Dokter akan memberikan obat antiaritmia, seperti antagonis kalsium atau penghambat beta, untuk menormalkan detak jantung. Dokter juga dapat meresepkan obat pengencer darah, untuk menurunkan risiko penggumpalan darah.
  • Kardioversi
  • Dalam prosedur ini, sengatan listrik dikirimkan ke jantung dengan menggunakan alat khusus. Aliran listrik tersebut akan memengaruhi impuls listrik jantung dan menormalkan kembali irama jantung.
  • Ablasi
  • Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pangkal paha, lengan, atau leher, untuk diarahkan ke jantung. Elektroda di ujung kateter tersebut akan mengeluarkan energi panas atau dingin, untuk menghentikan jalur listrik jantung yang tidak normal.
  • Pemasangan alat pacu jantung
  • Alat pacu jantung berukuran kecil akan ditanam di bawah kulit. Fungsinya adalah untuk memancarkan gelombang listrik yang membantu menormalkan detak jantung.
  • Implantable cardioverter (ICD)
  • Alat ini dapat dipasang di bagian dada ketika takikardia berisiko menyebabkan henti jantung dan mengancam nyawa. ICD bertugas memonitor detak jantung dan mengirimkan gelombang listrik untuk mengembalikan irama jantung ke kondisi normal.
  • Pembedahan
  • Bedah jantung dilakukan untuk menghilangkan jalur listrik tidak normal yang memicu takikardia.
See also  Sekilas Tentang Penyakit Vertigo - Penyebab, Gejala dan Cara Pengobatanya

Komplikasi Takikardia

Takikardia dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, tergantung pada jenis, kecepatan detak jantung, irama jantung dan waktu berlangsungnya takikardia. Komplikasi ini juga bergantung pada ada atau tidaknya gangguan jantung lain pada pasien.

Advertisements

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang umum terjadi akibat takikardia:

Penggumpalan darah, yang berpotensi menyebabkan stroke atau serangan jantung
Gagal jantung, yang ditandai dengan ketidakmampuan jantung untuk memompa cukup darah
Sering pingsan atau tidak sadarkan diri
Kematian mendadak, yang biasanya terjadi akibat takikardia ventrikel atau fibrilasi ventrikelPencegahan Takikardia

Pada dasarnya, takikardia dapat dicegah dengan menjaga kesehatan jantung dan menghindari risiko terjadinya penyakit jantung. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah:

  • Berhenti merokok
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol atau berkafein secara berlebihan
  • Mempertahankan berat badan ideal
  • Menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol agar tetap normal
  • Berolahraga secara rutin
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang
  • Menghindari penyalahgunaan NAPZA
  • Berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obat bebas dan pastikan untuk selalu mematuhi petunjuk pemakaian
  • Menghindari stres
  • Beristirahat yang cukup
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter secara berkala

Apa Itu Aritmia

Penyakit Takikardia - Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati
Penyakit Takikardia - Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati 8

Aritmia adalah gangguan kesehatan yang membuat pengidapnya mengalami detak jantung tidak teratur, baik lebih cepat maupun lebih lambat. Permasalahan irama jantung ini pada umumnya tidak berbahaya.

Namun, jika detak jantung sudah mulai terasa tidak biasa, maka bisa berakibat fatal hingga menyebabkan kematian mendadak.

Untuk itulah, sangat penting mengetahui apa itu aritmia, gejala, penyebab, hingga cara mencegahnya. Penanganan yang cepat untuk akan membuat gangguan ini bisa lebih cepat disembuhkan.

Advertisements

Ketika terjadi aritmia, maka artinya impuls listrik yang berfungsi mengatur detak jantung sedang tidak bekerja dengan baik.

Aritmia dapat disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya:

  • Penyakit arteri koroner
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam darah (seperti natrium atau kalium)
  • Perubahan pada otot jantung
  • Perlukaan akibat serangan jantung
  • Proses penyembuhan setelah bedah jantung
  • Irama jantung yang tidak teratur dapat juga terjadi pada jantung yang normal dan sehat
  • Jenis-jenis Aritmia
  • Jika dilihat secara umum, aritmia terdiri dari dua jenis, yaitu bradikardia atau gangguan irama jantung lambat dengan jumlah detak jantung kurang dari 60 bpm, dan takikardia atau gangguan irama jantung cepat dengan jumlah detak jantung lebih dari 100 bpm.

Selain itu, ada beberapa jenis aritmia yang juga sering ditemukan, yaitu:

Premature atrial contractions

Gangguan detak jantung yang ditandai dengan adanya denyut tambahan di awal yang berasal dari atrium (ruang jantung bagian atas).
Kondisi ini tidak berbahaya dan tidak memerlukan terapi.

Premature ventricular contractions (PVCs)

Berikutnya merupakan aritmia yang paling umum dan terjadi pada orang dengan atau tanpa penyakit jantung. Premature ventricular contractions (PVCs) adalah denyut jantung lompatan yang sebagian besar orang hampir pernah mengalaminya.

Advertisements

Pada beberapa orang, ini bisa berkaitan dengan stress, terlalu banyak kafein atau nikotin, atau terlalu banyak latihan.

PVCs juga dapat disebabkan oleh penyakit jantung atau ketidakseimbangan elektrolit. Orang yang sering mengalami PVCs maupun gejala-gejala yang berkaitan dengannya sebaiknya dievaluasi oleh seorang dokter jantung.
Namun pada kebanyakan orang, PVC biasanya tidak berbahaya dan jarang memerlukan terapi.

Atrial Fibrilasi (AF)

Atrial fibrillation atau dalam bahasa Indonesia disebut atrial fibrilasi (AF) adalah irama jantung tidak teratur yang sering menyebabkan atrium/ruang atas jantung, berkontraksi secara abnormal.

Jenis ini salah satu faktor risiko munculnya penyakit jantung dan stroke yang terjadi ketika serambi (atrium) jantung berdenyut dengan tidak beraturan dan cenderung cepat.

Atrial Flutter

Selanjutnya merupakan aritmia yang disebabkan oleh satu atau lebih sirkuit yang cepat di atrium.
Atrial flutter biasanya lebih terorganisir dan teratur dibandingkan dengan atrial fibrilasi. Aritmia ini terjadi paling sering pada orang dengan penyakit jantung, dan selama minggu pertama setelah bedah jantung.

Advertisements
See also  Beragam Manfaat Kulit Jeruk Untuk Kecantikan Kulit Wajah

Aritmia ini sering berubah menjadi atrial fibrilasi.

Paroxysmal supraventricular tachycardia (PSVT)
Kondisi ini terjadi ketika detak jantung sangat cepat, biasanya dengan irama yang teratur, berasal dari atas ventrikel.
PSVT mulai dan berakhir dengan tiba-tiba. Untuk jenis ini, terdapat dua dua tipe yaitu:

Accessory pathway tachycardia: detak jantung cepat disebabkan oleh jalur atau hubungan extra yang abnormal antara atrium dan ventrikel. Impuls berjalan melewati jalur extra selain juga melewati rute biasa sehingga membuat impuls berjalan di jantung dengan sangat cepat menyebabkan jantung berdenyut dengan cepat.
AV nodal reentrant tachycardia: detak jantung yang cepat disebabkan lebih dari satu jalur melewati AV node. Kondisi ini dapat menyebabkan palpitasi (jantung berdebar), pingsan atau gagal jantung.
Ventricular tachycardia (V-tach)
Detak jantung lebih cepat yang berasal dari ruang bawah jantung (ventrikel). Denyut yang cepat mencegah jantung terisi cukup darah. Hal ini membuat hanya sedikit darah yang terpompa keseluruh tubuh.

Kondisi ini dapat merupakan aritmia yang serius, khususnya pada orang dengan penyakit jantung dan mungkin berhubungan dengan lebih banyak gejala.

Ventricular fibrilasi

Ventricular fibrilasi yang ditandai dengan Irama jantung yang sangat cepat dan tidak teratur. Terjadinya gangguan ini disebabkan karena ventrikel gagal memompa darah atau tidak adanya darah yang dipompakan keluar dari jantung.

Kondisi merupakan kondisi emergensi yang harus diterapi dengan CPR dan defibrilasi sesegera mungkin.

Advertisements

Gejala Aritmia

Aritmia dapat tanpa gejala apapun. Seorang dokter dapat mendeteksi adanya denyut jantung yang tidak teratur selama pemeriksaan fisik dengan mendengarkan denyutnya atau dengan EKG.

Ada beberapa gejala aritmia yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Palpitasi yaitu sensasi ketika jantung berdegup dengan kencang
  • Pukulan di dada
  • Pusing atau perasaan kepala yang enteng
  • Pingsan
  • Nafas yang pendek
  • Rasa tidak nyaman di dada
  • Lemah atau keletihan (perasaan sangat lelah)

Detak Jantung Normal Berdasarkan Usia

Penting untuk mengidentifikasi apakah detak jantung kamu berada dalam kisaran normal. Jika terdapat penyakit atau cedera yang melemahkan jantung, orang lain tidak akan menerima cukup darah agar berfungsi normal. Perlu diketahui, detak jantung semakin lambat saat seseorang melewati masa kanak-kanak menuju masa remaja. Coba cek di sini.
Detak jantung istirahat normal untuk orang dewasa, termasuk orang dewasa yang lebih tua, adalah antara 50 dan 100 denyut per menit (bpm). Sementara itu, atlet yang sangat terlatih mungkin memiliki detak jantung istirahat di bawah 60 bpm, terkadang mencapai 40 bpm.

Denyut jantung yang baik berbeda pada setiap orang, dan tergantung pada usia dan jenis pekerjaan fisik yang dilakukan. Berikut ini perkiraan detak jantung rentang usia (detak per menit atau bpm):

  • Baru lahir: 100 – 160 bpm
  • 0-5 bulan: 90 – 150 bpm
  • 6-12 bulan: 80 – 140 bpm
  • 1-3 tahun: 80 – 130 bpm
  • 3-4 tahun: 80 – 120 bpm
  • 6-10 tahun: 70 – 110 bpm
  • 11-14 tahun: 60 – 105 bpm
  • 15 tahun ke atas: 60 – 100 bpm

Perlu diketahui, detak jantung yang lebih rendah dari 60 per menit tidak selalu berarti abnormal. Jika kamu seorang atlet atau seseorang yang melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat, detak jantung mungkin antara 40 dan 60 per menit.

Advertisements

Bagaimana Mengukur Detak Jantung?

Mengukur detak jantung sebenarnya semudah memeriksa denyut nadi. Kamu bisa menemukan denyut nadi di pergelangan tangan atau leher. Coba ukur denyut nadi radial, yang dirasakan di bagian lateral pergelangan tangan, tepat di bawah sisi ibu jari tangan.

Untuk mengukur detak jantung, tekan perlahan ujung telunjung dan jari tengah di atas pembuluh darah di pergelangan tangan. Pastikan untuk tidak menggunakan ibu jari, karena ibu jari memiliki denyut nadinya sendiri dan bisa menyebabkan kamu salah hitung. Hitung detak yang dirasakan selama satu menit penuh.

Kamu juga bisa menghitung detak jantung selama 30 detik dan mengalikannya dengan dua, atau menghitung selama 10 detik dan mengalikannya dengan enam. Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan monitor detak jantung, yang menentukan detak jantung secara otomatis. Kamu bisa memprogramnya untuk mengetahui saat kamu berada di atas atau di bawah rentang target detak jantung.

Menjaga Detak Jantung Normal

Detak jantung yang sehat sangat penting untuk melindungi kesehatan jantung. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi kesehatan jantung, yaitu:

  • Kelola stres dengan baik.
  • Hindari tembakau atau kebiasaan merokok.
  • Turunkan berat badan berlebih.
Advertisements
spot_img

Reviews

Related Articles