fbpx
Monday, June 27, 2022

If you visit our website outside our country, please use the translate button in the top menu

Waspadai Penyakit Stroke Mata – Gejala, Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobatinya

Waspadai Penyakit Stroke Mata – Gejala, Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobatinya
Waspadai Penyakit Stroke Mata - Gejala, Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobatinya 5

Penyakit Stroke Mata – Stroke mata, disebut juga oklusi arteri retina, adalah penyumbatan pembuluh darah yang terjadi di retina. Jika pembuluh darah retina tersumbat, cairan dari pembuluh tersebut akan terbendung dan kemudian bocor ke retina sehingga menyebabkan pembengkakan dan gangguan penglihatan.

Advertisements

Gejala Stroke Mata

Gejala stroke mata muncul secara tiba-tiba dan bisa memburuk secara perlahan setelah beberapa waktu. Berikut ini gejala stroke mata yang perlu diwaspadai:

  • Nyeri atau rasa tertekan pada mata
  • Muncul bintik putih pada penglihatan
  • Penglihatan kabur dan memburuk pada malam hari

Penyebab Stroke Mata

Sama seperti stroke pada umumnya, stroke mata terjadi ketika ada penyumbatan aliran darah yang merusak retina. Penyumbatan bisa disebabkan karena penyempitan pembuluh darah atau bekuan darah.

Anda berisiko tinggi mengalami stroke mata jika mengalami diabetes, glaukoma, hipertensi, kadar kolesterol tinggi, penyakit jantung, serta penyempitan arteri karotis atau arteri leher.

Ciri-Ciri Stroke Mata

Waspadai Penyakit Stroke Mata - Gejala, Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobatinya
Waspadai Penyakit Stroke Mata - Gejala, Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobatinya 6

Penyakit ini umumnya terjadi pada satu bagian mata, gejala umum yang dapat muncul bisa saja secara perlahan atau setelah beberapa hari bahkan dapat pula muncul secara tiba-tiba. Ciri-ciri yang timbul dari stroke mata adalah adanya gangguan penglihatan namun tidak disertai dengan adanya nyeri pada mata, tapi nyeri juga bisa muncul sesekali.

Advertisements

Ciri-ciri stroke mata lainnya bisa berupa floaters atau pandangan menjadi berkunang-kunang serta muncul bintik putih ketika Anda melihat. Penglihatan juga bisa menjadi kabur dan akan semakin memburuk. Kondisi ini bisa dialami pada sebagian atau pada seluruh penglihatan. Pasien juga dapat mengalami penglihatan keseluruhan yang terjadi secara perlahan atau bisa saja secara tiba-tiba.

Jika Anda mengalami gejala yang sudah disebutkan tadi, maka jangan menunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Tanpa penanganan yang tepat kondisi ini bisa saja menyebabkan berbagai komplikasi

Beberapa komplikasi yang dapat muncul adalah pembengkakan makula atau peradangan yang terjadi pada bagian tengah mata. Pasien juga bisa mengalami neovaskularisasi, glaukoma neovaskular, serta mengalami kebutaan permanen.

Mengenal Jenis Stroke yang Umum Menyerang Mata

Berdasarkan lokasi pembuluh darah yang mengalami sumbatan, stroke mata dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

Oklusi retina sentral

Stroke mata jenis ini terjadi akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah utama yang menuju ke saraf mata. Kondisi tersebut menyebabkan saraf mata tidak mendapatkan pasokan darah.

Advertisements

Kebanyakan kasus stroke mata akibat oklusi retina sentral terjadi tanpa disadari karena tidak menimbulkan gejala apa pun sebelumnya, dan dapat langsung menyebabkan hilangnya penglihatan.

See also  Tips Diet Sehat Alami - Efektif dan Langsing Ideal

Ketika terjadi oklusi retina sentral, akan timbul keluhan dan gangguan pada penglihatan berupa:

  • Penurunan kemampuan melihat secara tiba-tiba pada salah satu mata.
  • Penglihatan menjadi kabur pada salah satu mata secara mendadak.
  • Penurunan kemampuan melihat, selama beberapa minggu.
  • Pada stroke mata akibat oklusi retina sentral, perawatan harus segera dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan saraf permanen yang akan berujung pada kebutaan.

Oklusi retina cabang

Stroke mata jenis ini terjadi bila sumbatannya hanya pada salah satu cabang pembuluh darah yang menuju ke retina. Sumbatan tersebut menyebabkan sebagian retina mengalami kekurangan darah dan oksigen, sehingga terjadi gangguan penglihatan secara tiba-tiba.

Gangguan penglihatan yang muncul saat terjadi stroke mata oklusi retina cabang dapat berupa:

  • Pandangan berkunang-kunang (floaters).
  • Kehilangan sebagian kemampuan melihat.
  • Kemampuan melihat dapat hilang secara menyeluruh ataupun hanya di bagian tepi saja.
  • Umumnya, perawatan untuk stroke mata oklusi retina cabang bertujuan untuk menjaga agar kemampuan penglihatan tidak hilang secara permanen. Oleh karena itu, dokter bisa memberikan penanganan berupa terapi obat-obatan atau operasi laser.

Giant cell arteritis (GCA)

Stroke mata lainnya disebabkan oleh artritis sel raksasa (giant cell arteritis/GCA). Giant cell arteritis adalah kondisi di mana lapisan arteri mengalami peradangan dan membengkak, sehingga mengurangi pasokan darah ke seluruh tubuh.

Advertisements

Meski bisa terjadi pada pembuluh arteri di bagian tubuh mana pun, tetapi kondisi ini lebih sering terjadi pada arteri di pelipis.

Pada mata, kondisi ini bisa menyebabkan keluhan berupa penglihatan kabur atau bahkan kebutaan permanen pada salah satu mata.

Karena bisa menyerang arteri lain dalam tubuh, GCA juga bisa menimbulkan keluhan umum berupa demam, pusing, kelelahan, kekakuan sendi, nyeri otot, nyeri di rahang saat mengunyah atau berbicara, dan penurunan berat badan secara tiba-tiba.

Advertisements

Penyakit giant cell arteritis harus mendapatkan pengobatan segera. Jika tidak, kondisi tersebut dapat menyebabkan kebutaan secara permanen.

Diagnosis stroke mata

Waspadai Penyakit Stroke Mata - Gejala, Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobatinya
Waspadai Penyakit Stroke Mata - Gejala, Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobatinya 7

Dokter akan melebarkan pupil mata dan meneteskannya dengan obat mata untuk melihat tanda kerusakan pada retina.

Pengobatan stroke mata

Beberapa jam setelah gejala timbul, dokter akan merekomendasikan Anda untuk:

  • Menghirup campuran karbon dioksida dan oksigen untuk melebarkan arteri retina
  • Membuang sebagian cairan dari mata untuk mencegah sumbatan pada retina
  • Memberikan obat penghancur bekuan darah atau suntik mata (seperti kortikosteroid atauanti-vascular endothelial growth factor)
  • Memberikan oksigen tekanan tinggi (hiperbarik)
  • Menyarankan terapi laser
  • Pada kasus stroke mata, penyebab pembekuan darah juga perlu diobati. Semakin cepat pengobatan diberikan, semakin besar kesempatan Anda untuk mengembalikan penglihatan. Pada kasus tertentu, penglihatan menjadi tidak sebaik dulu pasca serangan stroke mata.
See also  Penyebab Vagina Hitam Dan Cara Tepat Mengatasinya

Pencegahan stroke mata

Stroke mata termasuk kondisi yang bisa dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat. Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko stroke mata, yakni:

  • Tidak merokok
  • Membatasi asupan gula harian (tidak lebih dari 50 gram per hari)
  • Rutin memantau tekanan darah, kadar glukosa, dan kolesterol
  • Menjalani pola makan sehat dan bergizi seimbang
  • Berolahraga selama 20-30 menit per hari dengan total 150 menit per minggu

Berbagai pilihan terapi untuk pasien stroke

Waspadai Penyakit Stroke Mata - Gejala, Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobatinya
Waspadai Penyakit Stroke Mata - Gejala, Penyebab, Ciri Dan Cara Mengobatinya 8

Berikut ini adalah beberapa pilihan terapi yang bisa dilakukan setelah mengalami stroke:

Terapi untuk meningkatkan kemampuan fisik

Terapi yang biasanya disarankan oleh dokter untuk para penderita stroke adalah fisioterapi, atau terapi fisik. Terapi ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan fisik yang melemah atau berkurang semenjak mengalami serangan stroke.

Biasanya, terapi ini dilakukan dengan melatih kemampuan fisik atau kemampuan motorik pasien, seperti meningkatkan kekuatan otot dan koordinasi tubuh. Berbagai latihan yang dilakukan akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Advertisements

Sebagai contoh, jika stroke menyebabkan pasien mengalami kesulitan saat mengunyah makanan, latihan fisik akan fokus untuk melatih kemampuan untuk mengunyah makanan.

Namun, jika stroke menyebabkan sebagian tubuh mengalami kelumpuhan, latihan fisik akan difokuskan untuk meningkatkan kembali kemampuan dan variasi gerakan pada area tersebut.

Pada kasus tertentu, pasien mungkin akan diminta menggunakan alat bantu terlebih dahulu, seperti tongkat, walker atau alat khusus untuk membantu pasien berjalan, atau penggunaan kursi roda.

Ada juga alat yang disebut ankle brace atau penjepit pergelangan kaki. Alat ini dapat membantu pergelangan kaki untuk tetap stabil dan kuat dalam menopang massa tubuh saat sedang latihan berjalan kaki.

Terapi fisik dengan bantuan teknologi

Seiring dengan perkembangan teknologi, terapi fisik untuk stroke juga bisa dilakukan dengan bantuan teknologi. Biasanya, terapi yang satu ini memiliki banyak variasi, salah satunya dilakukan dengan cara menstimulasi otot yang lemah menggunakan kekuatan listrik.

Advertisements

Tujuannya untuk membuat otot tersebut berkontraksi sehingga dapat membantu mengembalikan kekuatan otot. Ada pula terapi menggunakan perangkat robotik yang dapat membantu bagian tubuh yang mengalami kelumpuhan untuk melakukan gerakan repetitif atau berulang.

See also  Mengenal Dan Cara Mengobati Sipilis yang Tepat

Terapi kognitif dan emosi

Tidak semua pasien stroke mengalami gangguan pada fisiknya. Ada pula yang mengalami gangguan bicara, kesulitan memahami ucapan orang lain, dan sebagainya. Kondisi ini juga berpotensi menyebabkan mental pasien menjadi lemah.

Bisa jadi, pasien merasa sedih, putus asa, dan banyak hal lainnya. Oleh sebab itu, selain terapi fisik, pasien stroke juga membutuhkan terapi kognitif dan emosi untuk membantu meningkatkan kualitas hidupnya.

Terapi kognitif dapat membantu pasien stroke yang kehilangan kemampuan kognitif seperti mengingat, memproses informasi, mengambil keputusan, kemampuan bersosialisasi, untuk meningkatkan kembali berbagai kemampuan tersebut yang menurun karena stroke.

Pasien juga bisa menjalani terapi berbicara untuk mengembalikan kemampuan berbicara yang melemah. Tak hanya berbicara, pasien stroke juga dapat meningkatkan kemampuan mendengar dan menulis saat menjalani terapi ini.

Advertisements

Selain itu, pasien yang mengidap stroke iskemik dan stroke hemoragik mungkin membutuhkan bantuan untuk menguatkan kondisi psikologis yang mungkin ikut melemah karena mengalami stroke. Dokter mungkin juga akan merekomendasikan penggunaan antidepresan atau obat-obatan sejenis lainnya.

Terapi alternatif

Pada kasus tertentu, Anda mungkin lebih merasa nyaman jika menjalani terapi alternatif, seperti pijat, akupuntur, penggunaan obat-obatan herbal, atau terapi oksigen. Meski begitu, terapi ini masih banyak diperdebatkan, apakah benar bisa membantu pasien stroke dalam mengembalikan kualitas hidupnya.

Maka itu, sebelum menjalani terapi untuk stroke, pastikan bahwa dokter yang menangani Anda tahu rencana terapi yang hendak dilakukan. Selain itu, sebaiknya utamakan terapi yang disarankan oleh dokter Anda.

Faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan dari terapi stroke

Sebelum menjalani terapi stroke, ada baiknya jika Anda memerhatikan faktor apa saja yang dapat memengaruhi keberhasilan dari terapi ini. Di antaranya adalah:

  • Tingkat keparahan dari kerusakan pada otak yang dialami.
  • Usia pasien, di mana pasien anak-anak dan anak muda memiliki tingkat kesembuhan yang lebih besar dibanding lansia.
  • Tingkat kesadaran diri, pasalnya stroke dapat memengaruhi kemampuan orang untuk fokus dan mengikuti instruksi dengan baik.
  • Intensitas dari terapi yang dijalani.
  • Tingkat keparahan dari masalah kesehatan lainnya.
  • Kondisi atau tingkat keamanan di rumah pasien.
  • Kondisi atau tingkat keamanan di tempat kerja pasien.
  • Keluarga dan teman yang mau memberikan dukungan serta kerjasama untuk membantu keberhasilan pasien menjalani terapi stroke.
  • Waktu rehabilitasi. Biasanya, semakin cepat dilakukan, akan semakin baik.
Advertisements
spot_img

Reviews

Related Articles