fbpx
Sunday, June 26, 2022

If you visit our website outside our country, please use the translate button in the top menu

Mengungkapkan Empati dan Refleksi Perasaan

Mengungkapkan Empati dan Refleksi Perasaan
Mengungkapkan Empati dan Refleksi Perasaan 2

Mengungkapkan Empati – Dalam berkomunikasi dengan siapapun dibutuhkan sikap empati. Apalagi bila kita berkomunikasi dengan orang yang sedang mengalami emosi negatif atau sedang mengalami emosi yang tidak menyenangkan. Emosi adalah suatu perasaan dalam diri yang intensitasnya lebih kuat dari intensitas perasaan dan disertai dengan reaksi fisiologis. Misalnya emosi marah disertai gigi gemeletuk, dada sesak, dll.

Advertisements

Bila anda seorang istri yang sering bertengkar dengan suami karena merasa suami tidak dapat memahami perasaan anda, ataupun bila anda seorang suami yang sering bertengkar dengan istri karena istri tidak dapat memahami pikiran anda, atau mungkin seorang ibu yang yang sering ”adu mulut”dengan anak-anak karena merasa mereka tidak dapat memahami arahan anda sebagai orangtua, maka penting sekali untuk mempelajari empati dan refleksi perasaan ini. Bukan itu saja, dengan siapapun anda bicara empati dan refleksi perasaaan dapat diterapkan agar sukses dalam komunikasi.

Mengungkapkan Empati dapat meminimalisir kesalahpahaman karena bila kita berempati maka orang yang kita ajak bicara akan merasa dimengerti pikiran dan perasaannya. Lalu apa sebenarnya empati itu?

Mengungkapkan Empati didasari oleh perasaan belas kasih yang diungkapkan secara verbal dan non verbal. Empati adalah menempatkan diri dalam pikiran dan perasaan orang lain sehingga mampu merasakan dan memahami keadaan emosinya.

Syarat untuk bisa melakukan empati adalah :
– Memahami dan mengerti melalui perspektif orang lain
– merasakan perasaan orang lain

Advertisements

Setelah kita dapat Mengungkapkan Empati kepada orang lain maka langkah selanjutnya untuk dapat memahami orang lain adalah dengan melakukan refleksi perasaan. Refleksi perasaan adalah menyimpulkan atau mengungkapkan dengan kata-kata sendiri apa yang telah diungkapkan oleh orang lain saat ia bercerita kepada kita. Yang direspon bukan fakta yang diungkapkan melainkan perasaan pembicara. Tujuan dari refleksi perasaan adalah supaya pembicara merasa dipahami dan diterima

See also  Merangsang Gairah Sex Dengan sepatu hak tinggi, Apa Bisa ? Ini Penjelasanya

TINGKATAN REFLEKSI PERASAAN
1. Refleksi kurang tepat, antara lain
• Mengganti topik pembicaraan
Contoh : Sandi mengeluh tentang apêl pertamanya yang memalukan, tapi Sinta malah berkata”aku kemarin jalan-jalan ke Mall lho”

• Merasa diri lebih
Contoh : Itu belum seberapa, kemarin aku kecopetan 200 ribu.

• Terlalu cepat memberi saran
Contoh : Seharusnya kamu nggak usah ketemu dia lagi

• Terlalu cepat menentramkan hati
Contoh : Santai aja, nanti juga pacarmu baikan lagi

Advertisements

• Terlalu menganalisis
• Selalu bertanya

2. Refleksi perasaan sudah tepat tapi masih ada kesalah pahaman
Contoh : O, jadi kamu merasa jengkel dimarahi bu guru dan pingin memakinya? (belum tentu ia ingin memaki bu guru, jadi jangan sok tahu)

3. Refleksi perasaan sudah tepat
contoh : O, jadi kamu merasa jengkel banget dimarahi bu guru dan kamu merasa nggak seharusnya dimarahi kayak gitu

4. Refleksi sudah tepat dan ditambahkan pemahaman
contoh : Joni cemberut setelah dipanggil BP karena bolos sekolah 4 hari untuk latihan Band karena ada job
refleksi : kamu sebel ya dipanggil BP,mereka nggak tahu padahal kamu sedang berjuang latihan Band, tapi sekolahmu juga penting untuk ditekuni.

Langkah-langkah untuk refleksi perasaan
• Kenali emosi yang dirasakan
: sedih, kecewa, marah, jengkel, sebel, senang, takut, dll

Advertisements

• Gunakan ekspresi wajah dan nada bicara yang mendukung

• Ungkapkan dengan kata-kata yang sesuai

Meskipun agak sulit dipraktekkan, tapi dengan banyak latihan kita pasti berhasil Mengungkapkan Empatimenjadi pribadi yang menyenangkan dengan Mengungkapkan Empatimempelajari teknik ini.

Advertisements
Advertisements
spot_img

Reviews

Related Articles