fbpx
Sunday, June 26, 2022

If you visit our website outside our country, please use the translate button in the top menu

Mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga 2

Mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga – Kekerasan terhadap perempuan terutama dalam rumah tangga merupakan isu yang telah lama dibicarakan dan sering terjadi di sekitar kita, namun seberapa banyak dari kitayang peduli???

Advertisements

Mari buka mata, telinga dan hati untuk melihat sekitar dan melakukan perubahan menuju kesejahteraan perempuan yang hakiki…

kalau bukan kita, siapa lagi yang akan peduli…????

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan terhadap perempuan hususnya kekerasan dalam tangga diantaranya faktor sosial budaya, pendidikan, ekonomi, pemahaman masyarakat tentang perannya masing masing, dan lain-lain.

Wanita seringkali dianggap sebagai orang nomor dua dan dapat diperlakukan dengan cara apa saja

Kamus Webster’s New World Dictionary mendefinisikan trauma sebagai luka pada tubuh atau suatu kekagetan emosional (emotional shock) yang mempunyai dampak berlanjut pada jiwa

Kekerasan Dalam Rumah Tangga – KDRT

Advertisements

Kekerasan oleh suami terhadap istri seperti tak akan pernah habis

Apa dan mengapa masih bisa terjadi ????

KDRT biasanya merujuk pada suatu pola perilaku. Satu kali peristiwa pemukulan suami terhadap istri biasanya dianggap bukan KDRT. Pemukulan itu baru dianggap KDRT bila dilakukan lebih dari sekali dan biasanya berulang-ulang

Bentuk KDRT yang banyak dikenal hanya kekerasan fisik, padahal sebenarnya tidak sebatas itu. KDRT meliputi; fisik, etnik, ekonomi, psikologi, hingga seksual. Ada lima bentuk KDRT, yaitu fisik, emosional/ psikologis, seksual, ekonomi, dan sosial.

1. Kekerasan fisik mudah dikenali dengan memar-memar

2. Kekerasan emosional atau psikologis sulit dikenali, karena yang terluka ada di dalam. Namun, gejalanya bisa kita amati. Termasuk dalam kategori kekerasan emosional adalah pemakaian kata-kata kasar, kotor dan merendahkan.

Advertisements
See also  Merangsang Gairah Sex Dengan sepatu hak tinggi, Apa Bisa ? Ini Penjelasanya

3. Kekerasan seksual lebih sulit dikenali karena kejadiannya di tempat yang sangat tersembunyi. Apalagi para istri yang mengalami kekerasan seksual enggan menceritakan atau melaporkan hal ini karena dianggap mencoreng muka sendiri. Yang termasuk kekerasan di bidang seksual ini adalah tindakan pemaksaan terhadap istri untuk melakukan hubungan seksual. Istilahnya marital rape (perkosaan terhadap istri sah).

4. kekerasan ekonomi adalah memaksa istri untuk bekerja melebihi kapasitasnya dan/atau menghambur-hamburkan penghasilan yang diperoleh isteri. Termasuk di dalamnya memaksa istri untuk melacur

5. Sedangkan kekerasan sosial adalah sikap atau tindakan membatasi pergaulan istri. Misalnya saja, istri dikungkung dalam rumah dan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan di luar seperti ikut arisan.

Berdasarkan studi yang dilakukan di 90 komunitas yang berbeda di dunia, dengan menunjukkan pola tertentu terjadinya KDRT. Secara umum ada empat faktor terjadinya KDRT.

1. Ketimpangan ekonomi antara suami dan isteri.

Advertisements

2. Penggunaan kekerasan di dalam menyelesaikan konflik

3. Otoritas atau pengambil keputusan ada di tangan suami.

4. Ada cukup banyak hambatan bagi istri untuk meninggalkan keluarga.

Advertisements

Bila dilihat lebih dekat pada individu, ada dua penyebab utama. Pertama, secara pribadi. Artinya pelaku memiliki kelainan dan ini hanya baru bisa disembuhkan bila ada kesadaran dari pelaku untuk mencari pertolongan. Kelainan pribadi ini bisa disebabkan oleh faktor genetik/keturunan atau juga pola asuh yang akan dominan atau muncul optimal ketika kondisi situasional memungkinkan. Kedua, kondisi situasional, yaitu kondisi pelaku yang mengalami tekanan, stres atau frustasi.

Jadi…apa yang harus kita lakukan untuk mencegah kekerasan ini????

Penghapusan kekerasan ini baru bisa sukses bila dilakukan oleh semua pihak, yaitu kerjasama antara pemerintah dan masyarakat yang tentu saja didalamnya termasuk korban kekerasan.

Tanpa kesaksian dari korban atas tindakan kekerasan yang dialaminya, hukum dan keadilan tidak dapat ditegakkan.

See also  5 Tanda Pasangan Setia, Apa Pasangamu Termasuk ?

Tanpa sistem perlindungan yang efektif bagi pihak yang mau bersaksi, tidak akan ada korban kekerasan terutama kekerasan dalam rumah tangga yang bersedia mempertaruhkan nasib diri dan anak-anaknya dengan mengungkapkan kejahatan yang dialaminya kepada penegak hukum. Dan jika tidak ada kepedulian terhadap sesama, selamanya kekerasan ini akan menjadi bagian dari kehidupan dan budaya kita.

Bila terjadi kekerasan, jangan sungkan dan malu untuk menceritakan pada orang terdekat, bila memungkinkan keluarlah dari rumah dan kembali bila situasi sudah aman, segera laporkan pada pihak yang berwajib dan dengan adanya UU no. 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, siapa saja dapat melindungi korban dan melaporkan kasus tersebut ke polisi sehingga

Kelak tidak ada lagi ketidakpedulian masyarakat terhadap korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Advertisements
spot_img

Reviews

Related Articles