fbpx
Sunday, May 22, 2022

Manfaat AA & DHA Bagi Anak

Manfaat AA & DHA  Bagi Anak
Manfaat AA & DHA Bagi Anak 2

Manfaat AA & DHA Bagi Anak – Berbagai produsen susu formula menambahkan AA & DHA pada produk pengganti air susu ibu atau PASI. Iklan mengenai penambahan zat gizi yang sangat penting bagi pertumbuhan susunan syaraf pusat ini gencar dilakukan. Sebenarnya seberapa penting kandungan AA & DHA bagi anak?

Pertumbuhan dan perkembangan otak sebagian besar pada masa prenatal serta bulan-bulan pertama kehidupan. Pertumbuhan otak secara cepat ini masih berlanjut hingga anak berusia 2-3 tahun. Konon, otak anak berumur 2 tahun sudah mencapai 70% pertumbuhan otak orang dewasa, pertumbuhan 90% dicapai pada anak berumur 6 tahun. Otak yang sedang tumbuh ini sangat membutuhkan asuhan gizi yang sempurna. Zat gizi yang dibutuhkan harus tersedia secara tepat baik kualitas maupun kuantitasnya, mulai dari protein dengan asam aminonya baik yang esensiel maupun non-esensiel, sumber kalori, berupa karbohidrat ataupun lemak, vitamin, dan mineral.

Docosahexaenoic acids (DHA) dan arachidonic acid (AA), adalah komponen terbesar dari long-chain polyunsaturated fatty acids (LC-PUFA) tersebut. Keduanya merupakan bahan yang sangat penting bagi organ susunan saraf pusat. Asupan janin sangat tergantung pada konsumsi PUFA dari ibunya. Padahal selama kehamilan, status LC-PUFA dalam plasma ibu hamil sering turun, dan baru normal kembali setelah 32 minggu pasca kelahiran. Hal ini tentunya dapat merugikan proses tumbuh kembang anak terutama pertumbuhan otaknya. Keadaan ini dapat diatasi dengan memberikan LC-PUFA pada ibu yang sedang hamil, serta pada bayi yang baru lahir.

Pemberian tambahan LC-PUFA pada masa kehamilan juga akan mengurangi kemungkinan lahirnya bayi prematur.

Advertisements

Kadar LC-PUFA pada air susu ibu cukup tinggi. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).

See also  Penyakit Tifus atau Demam Tifoid - Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati

Sayangnya tidak semua bayi memperoleh kemewahan menyusu pada ibunya. Kasusnya bisa saja ASI tidak keluar, atau jumlah ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi. Solusi paling cepat yang diberikan adalah dengan memberikan susu formula pengganti ASI (PASI). Hanya saja susu formula pada umumnya kadar DHA dan AA-nya sangat rendah, bahkan sering tidak ada. Kadar DHA dan AA pada bayi yang diberi ASI jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan susu formula (PASI). Jadi, ada baiknya pemberian susu formula disesuaikan dengan kebutuhan DHA dan AA pada anak. Semakin cepat anak mendapatkan asupan gizi terbaik, semakin maksimal perkembangan dan pertumbuhan otaknya. Ingat, pertumbuhan otak paling cepat terjadi pada masa prenatal dan awal balita.

Reviews

Related Articles