fbpx
Friday, May 20, 2022

Wah Ini dia Makanan Penyebab Jerawat Yang Harus Di Hindari, Salah Satunya Gula dan karbohidrat olahan

Wah Ini dia Makanan Penyebab Jerawat Yang Harus Di Hindari, Salah Satunya Gula dan karbohidrat olahan
Wah Ini dia Makanan Penyebab Jerawat Yang Harus Di Hindari, Salah Satunya Gula dan karbohidrat olahan 2

Makanan Penyebab Jerawat – Menghindari makanan penyebab jerawat dapat membantu mencegah munculnya jerawat di kemudian hari serta mencegah memburuknya kondisi jerawat yang sudah ada.

Adapun beberapa jenis makanan penyebab jerawat yang sebaiknya dihindari adalah sebagai berikut.

Produk olahan susu

Salah satu makanan penyebab jerawat adalah produk olahan susu. Jenis susu skim dipercaya menjadi salah satu penyebab jerawat. Hal ini karena kandungan hormon yang sangat tinggi di dalamnya. Orang yang mengalami ketidakseimbangan hormonal, seperti sedang menstruasi atau mengonsumsi pil KB, disinyalir lebih tinggi risikonya untuk mengalami jerawat
Memang, sejumlah hasil studi menunjukkan keterkaitan antara konsumsi produk olahan susu yang sedikit banyak cenderung menyebabkan jerawat.

Advertisements

Namun, belum dapat dijelaskan bagaimana produk olahan susu dapat berkontribusi terhadap pembentukan jerawat. Hanya ada sejumlah teori ilmiah yang melatarbelakanginya. Hal ini diyakini karena produk olahan susu dapat meningkatkan produksi hormon insulin sehingga memperparah kondisi jerawat.

Selain itu, susu sapi mengandung asam amino yang dapat merangsang organ liver untuk memproduksi lebih banyak IGF-1 (insulin-like growth factor 1) yang berkaitan dengan pertumbuhan jerawat. Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat hubungan produk olahan susu sebagai makanan penyebab jerawat.

Jika Cavaners cukup khawatir produk olahan susu dapat menyebabkan jerawat, konsumsi susu berbahan dasar tumbuhan, seperti susu kedelai dan susu almond, dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko timbulnya jerawat.

Gula dan karbohidrat olahan

Makanan yang mengandung gula dan karbohidrat olahan tergolong sebagai makanan mengandung indeks glikemik tinggi. Makanan indeks glikemik tinggi disebut-sebut menjadi makanan penyebab jerawat. Roti putih, biskuit, pasta dan mie yang terbuat dari tepung terigu, nasi putih, makanan manis, hingga minuman bersoda atau minuman manis termasuk jenis makanan dengan indeks glikemik tinggi.

Advertisements

Makanan mengandung gula dan karbohidrat olahan dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Jika tubuh memproduksi lebih banyak insulin untuk menstabilkan kadar gula darah, maka peradangan dalam tubuh bisa terjadi.
Selain itu, lonjakan kadar gula darah juga dapat membuat hormon androgen dalam tubuh menjadi aktif sehingga memproduksi lebih banyak minyak alami atau sebum di kulit.

See also  5 Manfaat Mangga Untuk Kesehatan Kulit Wajah, Bisa Menjadikan Kulit Bercahaya lho!

Peradangan dan produksi minyak berlebih inilah yang menyebabkan timbulnya jerawat. Oleh karena itu, para peneliti percaya bahwa mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah dapat mengurangi jerawat. Kendati demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut guna memahami makanan indeks glikemik tinggi sebagai makanan yang dapat menyebabkan jerawat.

Cokelat

Cokelat menjadi makanan penyebab jerawat mungkin sudah sering Cavaners dengar. Meski banyak penelitian yang membahas hubungan cokelat sebagai makanan penyebab timbulnya jerawat, hasilnya belum dapat dipastikan hingga saat ini. Salah satu studi yang dimuat dalam jurnal Cytokine menunjukkan bahwa cokelat bisa membuat kondisi kulit berjerawat semakin parah dan semakin banyak.

Studi ini menjelaskan bahwa cokelat dapat meningkatkan pelepasan protein interleukin-1B (IL-IB) dan IL-10 yang apabila berinteraksi dengan bakteri Propionibacterium acnes atau Staphylcoccus aureus meningkatkan risiko terjadinya jerawat.
Jika Cavaners khawatir mengonsumsi cokelat karena merupakan jenis makanan yang menyebabkan jerawat, pilihlah cokelat hitam yang rendah gula. Sebab, campuran gula dan susu pada cokelat bisa meningkatkan risiko jerawat timbul.

Makanan cepat saji

Makanan cepat saji digadang-gadang menjadi makanan penyebab jerawat dapat terjadi. Hal ini dibuktikan dalam sebuah hasil riset yang dipublikasikan dalam Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology. Riset tersebut mengungkapkan bahwa remaja dan orang dewasa yang mengonsumsi makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko terbentuknya jerawat sebesar 17 persen.

Pada studi terpisah, dilaporkan juga bahwa peserta yang rutin mengonsumsi makanan cepat saji, terutama sosis dan burger, berisiko 24% lebih tinggi mengalami jerawat. Peneliti juga berasumsi bahwa makanan cepat saji dapat memengaruhi kadar hormon dalam tubuh sehingga mendorong pertumbuhan jerawat.

Perlu diketahui bahwa sebagian besar hasil penelitian mengenai makanan cepat saji hanya menunjukkan pola kebiasaan makan dan risiko tumbuhnya jerawat. Ini berarti, makanan cepat saji bukan makanan pemicu jerawat setiap kali Cavaners mengonsumsinya. Oleh karena itu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut guna membuktikan keefektifan makanan yang dapat menyebabkan jerawat ini.

See also  Berbagai Manfaat Mandi Air Hangat Bagi Kesehatan, Salah Satunya Meredakan nyeri akibat prostatitis

Makanan tinggi asam lemak omega 6

Pola makan yang tinggi asam lemak omega 6 turut dituding sebagai makanan penyebab jerawat. Pola makan tinggi asam lemak omega 6 membuat masyarakat zaman sekarang lebih sedikit mengonsumsi makanan tinggi asam lemak omega 3.
Alhasil, ketidakseimbangan antara asam lemak omega 6 dan omega 3 menyebabkan tubuh mengalami inflamasi atau peradangan sehingga berisiko memperburuk kondisi kulit berjerawat.

Untuk mengatasinya, perbanyak konsumsi makanan tinggi asam lemak omega 3 yang dapat membantu mengurangi peradangan sehingga kondisi jerawat bisa mereda. Meski kaitan makanan asam lemak omega 6 dan risiko jerawat tampak menjanjikan, belum ada hasil studi yang dapat membuktikan makanan pemicu jerawat ini secara ilmiah.
Oleh sebab itu, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk membuktikan efektivitasnya.

Whey protein

Makanan penyebab jerawat lainnya adalah whey protein. Whey protein adalah salah satu jenis protein yang sering digunakan dalam suplemen makanan dan suplemen olahraga. Whey protein merupakan jenis protein yang kaya akan asam leusin dan glutamin.

Kendati demikian, kandungan asam amino dalam whey protein dapat membuat sel kulit tubuh membelah lebih cepat sehingga berkontribusi pada pembentukan jerawat. Selain itu, asam amino juga mampu merangsang tubuh untuk memproduksi insulin lebih banyak sehingga membuat hormon lain dalam tubuh memicu produksi minyak berlebih penyebab jerawat muncul.

Advertisements

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut guna membuktikan whey protein sebagai jenis makanan untuk kulit berjerawat.

Makanan mengandung lemak jenuh

Makanan mengandung lemak jenuh disinyalir dapat menjadi makanan penyebab jerawat. Pasalnya, makanan mengandung lemak jenuh dapat memicu peradangan dalam tubuh sehingga merangsang pembentukan jerawat di kulit. Ini termasuk makanan yang digoreng dan makanan olahan.

See also  Bakteri Escherichia coli

Meski demikian, bukan berarti mengonsumsi makanan berminyak secara langsung dapat memicu tumbuhnya jerawat.
Terkadang, cipratan minyak saat menggoreng makanan dapat menempel pada area wajah. Kondisi inilah yang menyumbat pori-pori kulit sehingga jerawat dapat terjadi.

Makanan yang menimbulkan reaksi sensitif

Pada beberapa orang, makanan yang bisa menimbulkan reaksi sensitif dapat menjadi makanan penyebab jerawat.
Sensitivitas ini bisa muncul ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali makanan sebagai “ancaman” bagi tubuh. Akibatnya, sistem imun melakukan serangan kekebalan sebagai respons terhadapnya. Bila kondisi ini terjadi, tubuh akan memicu reaksi peradangan yang beredar ke seluruh tubuh.

Dengan demikian, kondisi jerawat Cavaners yang sudah ada bisa semakin parah dan banyak. Mengingat ada banyak sekali jenis makanan yang mungkin dapat menimbulkan reaksi sensitif di tubuh, Cavaners bisa mengetahui jenis makanan pemicu jerawat melalui diet eliminasi yang dilakukan di bawah ahli diet atau spesialis gizi.

Reviews

Related Articles