fbpx
Tuesday, May 24, 2022

Bakteri Escherichia coli

Bakteri Escherichia coli
Bakteri Escherichia coli 2

Escherichia coli (E. coli) adalah bakteri yang hidup di usus manusia untuk membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Bakteri ini umumnya tidak berbahaya. Namun, ada strain E. coli yang menghasilkan racun dan menyebabkan diare parah.

Seseorang dapat terpapar bakteri E. coli berbahaya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi. Paparan E. coli dapat menimbulkan gejala berupa nyeri perut, diare, mual, dan muntah. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri E.coli berdampak lebih serius bila terjadi pada anak-anak dan orang tua.

Penyebab infeksi bakteri Escherichia Coli


Keberadaan bakteri E.coli dalam tubuh manusia merupakan hal yang wajar karena bakteri ini berperan dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan. Namun, beberapa jenis bakteri E.coli sebenarnya berbahaya bagi kesehatan manusia, yaitu:

  • Toksin Shiga yang memproduksi coli atau STEC/VTEC/EHEC
  • E.coli enterotoksigenik (ETEC)
  • Coli Enteropatogenik (EPEC)
  • E.coli enteroaggregatif (EAEC)
  • Coli Enteroinvasif (EIEC)
  • E. coli patuh difus (DAEC)

    Sebagian besar diare disebabkan oleh bakteri tipe STEC. Bakteri ini menghasilkan racun yang merusak lapisan usus kecil dan dapat menyebabkan tinja berdarah. Secara umum, bakteri E. coli berbahaya dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui:

Makanan dan minuman yang terkontaminasi
Bakteri flu berbahaya sangat menular melalui konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Kontak langsung dengan bakteri E.coli
Lupa mencuci tangan setelah memegang hewan atau setelah buang air besar dan kontak berikutnya dengan orang lain dapat menularkan bakteri.

Faktor risiko infeksi E. Coli infeksi
Siapapun bisa terkena infeksi E.coli. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri E.coli, antara lain:

usia
Anak-anak, ibu hamil dan orang tua lebih rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh E.coli dan mengalami komplikasi yang lebih serius.
Sistem kekebalan tubuh lemah
Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti penderita AIDS dan mereka yang menjalani kemoterapi, lebih rentan terhadap infeksi E. coli.
Asam lambung menurun
Obat penurun asam lambung atau obat sakit maag, seperti esomeprazole, pantoprazole, lansoprazole, dan omeprazole, dapat meningkatkan risiko infeksi E. coli.

See also  Tips Cara Merawat Kulit Wajah Secara AlamiĀ Agar Tetap Putih Dan Bersih

Gejala Infeksi Escherichia coli
Gejala infeksi E. coli dapat bervariasi dari orang ke orang. Namun, infeksi ini sering ditandai dengan diare, yang umumnya terjadi 3-4 hari setelah terpapar bakteri.

Advertisements

Selain diare, gejala lain dari infeksi E. Coli dapat terjadi:

  • Sakit perut parah hingga kram
  • mual dan muntah
  • bengkak
  • kehilangan selera makan
  • Demam
  • Gemetar
  • Pusing
  • Nyeri otot

Kapan harus ke dokter?
Beberapa infeksi E.coli dapat diobati di rumah dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.Namun, orang dengan infeksi ini disarankan untuk segera menemui dokter jika mereka melihat gejala berikut:

Diare yang tidak membaik setelah 4 hari pada orang dewasa atau 2 hari pada anak-anak
Muntah lebih dari 12 jam
Gejala dehidrasi seperti: B. penurunan keluaran urin, rasa haus yang ekstrim atau pusing
Kotoran bercampur nanah atau darah (disentri)

Diagnosis Infeksi Escherichia coli
Dokter akan menanyakan gejala dan memeriksa fisik pasien. Dokter kemudian memeriksa sampel tinja di laboratorium. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk menentukan apakah tinja mengandung E. coli atau tidak.

Reviews

Related Articles