fbpx
Sunday, June 26, 2022

If you visit our website outside our country, please use the translate button in the top menu

Cara Terampil Menegur Anak

Cara Terampil Menegur Anak
Cara Terampil Menegur Anak 2

Menjadi orangtua adalah hal yang membahagiakan. Namun ketika anak-anak beranjak besar mereka mulai melakukan hal-hal yang kadang di luar kehendak orangtua dengan berbagai alasan. Karena kehilangan cara untuk menegur anak-anak, tak jarang orangtua menggunakan cara-cara yang melukai perasaan anak-anak seperti marah disertai membentak ataupun memukul. Orangtua tidak salah….maksud dan tujuannya sudah benar hanya caranya yang kurang pas. Adakah cara yang lebih bermanfaat?

Advertisements

Simak uraian Cara Terampil Menegur Anak berikut ini

Jika orangtua mengkritik terutama untuk “memerintah/memperingatkan” atau mau “menjejalkan sepenggal gagasan” atau “memberi hukuman”, maka orangtua tidak akan mendapatkan apa pun dari kritik tersebut, kecuali kepuasan untuk melampiaskan kemarahan kepada anak-anak, karena tidak seorangpun senang dikritik.

Namun jika tertarik akan tindakan korektif, orangtua dapat memperoleh banyak hal dari kritiknya kepada anak-anak jika melakukannya dengan tepat.

Berikut ini ada 7 panduan yang akan membantu orangtua untuk mengkritik anak-anaknya dengan cara yang tepat :

1. Jangan pernah mengkritik di depan umum

Advertisements

Tidak ada pintu yang terbuka, tidak ada teriakan keras, tidak ada orang lain – mutlak antar pribadi

2. Mulailah kritik dengan kata atau pujian yang baik.

Ciptakanlah suasana bersahabat sebelum memulai menyampaikan kritik. Hal ini berfungsi untuk mencairkan suasana, sehingga penyampaian kritik tidak diwarnai ketegangan atau pun pertengkaran.

3. Buatlah kritik itu impersonal – kritik perbuatannya bukan orangnya

Yang perlu dikritik adalah perbuatannya, bukan anak. Mengkritik anak akan membuat anak merasa ditolak atau tidak diterima. Karena mereka tidak melihat adanya hubungan yang khusus antara perilaku tertentu dengan kritikan.

Advertisements

4. Sediakan jawaban

Jawaban berarti cara yang benar. Ketika orangtua memberitahu anak bahwa apa yang ia lakukan salah, orangtua sebaiknya juga memberitahu kepada anak bagaimana melakukannya dengan benar.

See also  Selain Lapar, Ternyata Ini Alasan Bayi Sering Menangis Orang Tua Wajib Tau !!

5. Mintalah kerjasama jangan menuntutnya

Adalah kenyataan bahwa orangtua akan mendapat kerjasama lebih besar jika orangtua memintanya bukan menuntut anak.

Bukan ‘kamu harus…’ tetapi ‘tolong kamu lakukan….’

Advertisements

6. Satu kritikan untuk sebuah pelanggaran

Kritikan yang paling benar, dibenarkan hanya SEKALI.

7. Akhiri kritikan dengan perkataan yang bersahabat

Advertisements

Akhiri penyampaian kritik dengan perkataan misalnya, “kita sahabat yang baik, Nak” atau “Kita telah menyelesaikan masalah kita, mari kita bekerjasama dan saling membantu..”

Bukan mengatakan,”Kamu sudah ditegur, sakarang perbaiki perbuatanmu”

Panduan ini adalah panduan terpenting diantara ketujuh panduan diatas. Apa sebabnya? Karena Perkataan bersahabat di akhir kritik dapat berfungsi sebagai penetralisir ketegangan, rasa malu, rasa jengkel menerima kritik atau merasa berbuat salah setelah menerima kritik. Hal ini tidak lepas dari faktor : tak seorangpun senang dikritik.

”Kunci kritik yang berhasil terletak dalam jiwa kritikan itu”

Advertisements
spot_img

Reviews

Related Articles