fbpx
Friday, May 20, 2022

Mengenal Abrasi Kornea, Gejala Dan Penanganannya

Mengenal Abrasi Kornea, Gejala Dan Penanganannya
Mengenal Abrasi Kornea, Gejala Dan Penanganannya 2

Abrasi kornea adalah goresan pada permukaan kornea mata yang disebabkan oleh benda asing seperti debu, butiran pasir dan serangga kecil. Tanpa perawatan yang tepat, kornea yang tergores dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Gejala Abrasi Kornea

Kornea adalah bagian mata yang memfokuskan cahaya dari bayangan ke retina di bola mata. Kornea yang tergores pada penderita abrasi kornea dapat menimbulkan gejala sebagai berikut: Mata merah, perih, berair Mata terasa panas karena iritasi Penglihatan kabur, menjadi lebih sensitif Otot sekitar mata terus bergerak

Abrasi kornea sering terjadi secara tiba-tiba. Kornea mata dapat tergores karena kontak dengan benda asing (seperti debu, asap rokok, pasir, atau kotoran tertentu) yang terbawa angin dan menempel pada permukaan mata. Lupa melepas atau mengganti lensa kontak dan menggosok mata dengan keras juga dapat menggores kornea.

Advertisements

Diagnosis abrasi kornea.

Bicaralah dengan dokter Anda tentang gejala yang Anda alami. Jika dokter mencurigai penyakit retina, mereka melakukan pemeriksaan fisik mata menggunakan lampu celah kobalt atau lampu ultraviolet. Anda akan diberikan obat tetes untuk mengendurkan otot mata dan melebarkan pupil. Tetes mata fluoresen dapat diberikan untuk menonjolkan tonjolan pada permukaan kornea. Selama pemeriksaan, pewarna oranye gelap dioleskan ke permukaan luar mata. Jika perlu, anestesi lokal disuntikkan ke dalam kornea untuk menghilangkan rasa sakit sementara. Dokter kemudian memeriksa mata dengan lampu khusus dan kaca pembesar untuk mencari goresan atau benda asing di kornea.

Penanganan abrasi kornea

disesuaikan dengan kondisi luka pada mata dan jenis benda asing. Namun secara umum, perawatan abrasi kornea berikut ini dapat dilakukan: Gunakan obat tetes atau salep sesuai petunjuk dokter. Istirahatkan mata setelah lama bekerja Kenakan kacamata pengaman (jika perlu) saat bekerja Jika benda asing menembus terlalu dalam, operasi dilakukan Anda harus memberi tahu dokter jika tetes atau salep Seseorang yang berisiko tinggi (misalnya, besi, pekerja mobil) dengan lecet kornea dianjurkan untuk memakai alat pelindung diri (terutama kacamata) selama bekerja. Gunakan penutup wajah pada helm saat berkendara untuk mencegah benda asing masuk ke mata Anda. Kenakan kacamata bila perlu saat bekerja di tempat rekreasi atau di area pertanian atau perkebunan.”

See also  Tips Diet : Cara Alami Menurunkan Berat Badan

Reviews

Related Articles